Toilet Training

Toilet training

Hai sobat semua kali ini saya akan membahas tentang toilet training, semoga ulasan saya membantu sobat semua.

Banyak orang suka ketika melihat anakan anjing. Kecil, lucu, imut-imut, menggemaskan. Dari yang tidak berencana memelihara, pada akhirnya bisa saja membeli anak anjing. Terutama pada masa pandemi ini, penjualan anak anjing begitu luar biasa. Keterbatasan untuk bersosialisasi membuat semua orang jenuh. Anak-anak belajar dirumah lalu bermain gadget, hal seperti itu juga pada akhirnya menimbulkan kebosanan pada anak-anak. Oleh karena itu anak anjing menjadi salah satu primadona dalam mengisi kejenuhan, dengan tingkah laku mereka yang menggemaskan akan membuat setiap orang betah dirumah.

Gambar dapat memiliki Hak Cipta.


Dari kesenangan memelihara anak anjing, muncul masalah baru yang belum pernah ada sebelumnya yaitu membersihkan kotoran, baik itu kencing atau pup nya. Beberapa orang akan meminta ART nya untuk membersihkan, sebagian lagi mengajarkan anak-anaknya untuk membersihkannya sebagai proses dari pembentukan tanggung jawab dalam pemeliharaan. Akan tetapi sebagian orang merasa jijik dengan kotoran anak anjing, apalagi anak anjing akan buang kotoran dimana saja mereka suka.
Dari permasalahan tersebut mulai muncullah keinginan untuk melatih anak anjing tersebut untuk buang kotoran di lokasi tertentu seperti yang diinginkan. Mereka mulai mencari info bagaimana melatih anak anjing untuk buang kotoran di lokasi tertentu supaya memudahkan pembersihannya. Inilah yang disebut dengan toilet training.


Hal-hal seputar toilet training mereka cari. Mulai dari youtube, artikel, atau informasi dari teman-teman. Akan tetapi kebanyakan usaha mereka tidak membuahkan hasil yang memuaskan bahkan cenderung gagal, sehingga mereka berfikir untuk menggunakan jasa dog trainer.
Menggunakan jasa dog trainer untuk melatih toilet training tidaklah tepat karena toilet training membutuhkan pengawasan ekstra dalam kesehariannya sedangkan dog trainer tidak mungkin mengawasi lebih lama dari jadwal pelatihan yang sudah ditentukan.

Untuk itu pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi informasi mengenai toilet training. Semoga informasi ini bisa melengkapi informasi lainnya yang sudah ada.

Kenali karakter dan kebiasaan anjing anda

Mengenali karakter dan kebiasaan dari anak anjing yang kita miliki sangatlah penting. Bagaimana mereka berinteraksi dengan kita, bagaimana mereka hafal tempat makan dan minum, kapan mereka kencing atau pup, dan dimana mereka kencing atau pup. Dari hal seperti ini kita lebih mudah dalam memberikan pelatihan toilet training.
Dalam 1 hari, anak anjing akan kencing lebih dari 5 kali dan mereka belum terbiasa untuk kencing di lokasi yang sama. Layaknya seekor anjing dewasa akan mengandalkan penciumannya untuk menandai lokasi dimana dia harus kencing.
Untuk pup, anak anjing bisa 2-3 kali pup dalam sehari. Beda dengan kencing, anak anjing atau anjing dewasa akan mencari tempat pup dengan cara mengendus lokasi tertentu. Jika kita perhatikan mereka akan pup setelah selesai makan.
Dari penjelasan singkat diatas, jika kita rutin memperhatikan kebiasaan anjing kita, maka kita akan lebih mudah dalam melakukan toilet training.

Apa saja yang dibutuhkan untuk toilet training?
Bahan-bahan yang diperlukan dalam melatih toilet training :
– koran bekas atau underpads
– cairan pembau (produk pabrikan bisa dicari di olshop)

Bagaimana memulai pelatihan?
Sebelum mulai melatih ketahui lebih dahulu bahwa dasar dari pelatihan adalah pengulangan. Pengulangan yang dimaksud adalah proses pelatihan yang sama dalam hal waktu, metode, dan terapan.
KENCING
Metode pertama tanpa menggunakan bahan pembantu seperti cairan pembau :
– siapkan koran bekas atau underpads
– kencing yang ada dilantai tutup menggunakan koran atau underpads
– simpan di tempat semula (lokasi air kencing tadi), usahakan tidak dimainkan oleh anakan anjing
– jika anak anjing kencing di lokasi yang berbeda, ambil koran atau underpads tadi lalu usap air kencing dan kemudian letakkan koran atau underpads ke posisi sebelumnya. Ulangi hal yang sama ketika anak anjing kencing pada lokasi berbeda
– jangan buang koran atau underpads tadi sampai keesokan harinya, biarkan anak anjing mulai belajar mencium bau air kencingnya dan kencing pada koran atau underpads yang lama
– potong koran atau underpads lama tadi lalu letakkan diatas koran atau underpads yang baru. Perhatikan dan awasi ketika anak anjing kita kencing kembali apakah tetap mencari koran atau underpads yang telah disediakan
– jika anak anjing kita sudah mengerti bahwa kencing harus diatas koran atau underpads maka lokasi koran atau underpads bisa kita geser pada lokasi yang kita inginkan (pemggeseran bertahap)
Metode kedua menggunakan cairan pembantu
– semprotkan cairan ke koran atau underpads, lalu letakkan pada lokasi yang anda inginkan anak anjing tersebut kencing disitu
– untuk awal bisa diletakkan pada beberapa lokasi
– setelah anak anjing kita sudah mengerti bahwa kencing harus diatas koran atau underpads maka lokasi koran atau underpads bisa kita geser pada lokasi yang kita inginkan (penggeseran bertahap)

Buang air besar
Perhatikan anak anjing anda setelah makan, hampir semua anjing baik anakan atau dewasa akan buang air besar sesaat selesai makan.
Untuk pelatihan ini, biarkan anak anjing buang air besar sesuai yang diinginkan. Ambil kotoran tadi menggunakan tissue atau alat lainnya, letakkan kotoran tadi di koran atau underpads sampai membekas, lalu buang. Jangan buang koran atau underpads tadi sampai keesokan harinya. Lakukan berulang sampai anjing anda mengerti bahwa buang kotoran harus di koran atau underpads. Setelah dirasa anjing kita mengerti maka koran atau underpads bisa dipindahkan sesuai lokasi yang kita inginkan.

Demikian ulasan singkat dari saya, semoga bisa membantu anda semua. Selamat mencoba.

Total Page Visits: 336 - Today Page Visits: 1